Saturday, August 5, 2017

Filled Under:

Ternyata Erupsi Gunung Sinabung dan Deforestasi Pengaruhi Perubahan Iklim, Juga Air Danau Toba

Sudah lama diketahui bahwa aktivitas vulkanik, letusan gunung Sinabung yang berada di Tanah Karo, Sumatera Utara, secara dramatis dapat mengubah iklim, walaupun dengan cara yang bertahap.
Selama 7 tahun terus mengeluarkan erupsi debu dan beberapa kali awan panas lantas membuat iklim menjadi dingin, meracuni atmosfer dan lautan.
Gunung ini tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini.
Jaya Arjuna, pengamat lingkungan Sumut, menuturkan kondisi Gunung Sinabung, merupakan fenomena alam yang cukup mempengaruhi perubahan iklim, apalagi tidak memberikan perubahan selama 7 tahun, yakni terus-menerus mengeluarkan erupsi.
Aktifitas vulkanik dengan mengeluarkan erupsi terus-menerus berakibatkan fatal dengan adanya kegiatan penebangan hutan atau illegal logging di kawasan hutan sekitar.
"Hal ini perlu dicamkan, untuk saat ini aktivitas vulkanik dapat diredam dengan penyerapan pendinginan yang dilakukan alam yakni hutan setelah erupsi meracuni atmosfer atau kelautan, jadi bayangkan jika hutan tidak ada, maka proses netralisir racun yang tersebar di atmosfer sangat membahayakan manusia," jelasnya.
Ia pun menambahkan, penelitian mengungkapkan debu vulkanik Gunung Sinabung memberikan dampak positif terhadap pertanian.
Seperti halnya jadi pupuk pengganti yang menyuburkan tanaman petani dan hutan sekitar Tanah Karo. Jadi penanggulangan yang harus dilakukan adalah mencegahan deforestasi.
"Tidak kalah penting, perubahan iklim yang diakibatkan dari erupsi vulkanik dan deforestasi dapat menyebabkan penurunan jumlah air di Danau Toba yang belakangan terus menurun. Tidak mustahil jika terus-menerus terjadi, Danau Toba bisa kering. Karena bagaimana air Danau Toba bisa menurun jika cuaca tidak sedang kemarau, bahkan hujan buatan sudah beberapa kali dilakukan oleh Inalum," katanya.
Kepala Badana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Karo Martin Sitepu mengatakan, Gunung Sinabung sudah 20 kali meletus, pada Rabu (2/8) pagi hingga sore. Aktifitas vulkanik mengkibatkan 10 kecamatan di Kabupaten Karo diselimuti debu vulkanik.
Ada 20 kali Gunung Sinabung erupsi. Akibatnya aktivitas masyarakat terganggu di 10 kecamatan akibat hujan debu vulkanik.
Erupsi Sinabung kemarin paling besar setelah 2014. Memang erupsi terbanyak kali ini. Kemudian, setiap erupsi besar dibarengi dengan guguran awan panas sejauh 4.500 meter.


0 komentar:

Post a Comment